Sunday, April 7, 2013

Review: BlackBerry Z10

Inilah BlackBerry Z10 yang menjadi ujung tonggak BlackBerry (Ex:RIM) saat ini. Dengan perangkat Z10 yang berjalan di platform BlackBerry 10, BlackBerry ingin mengubah paradigma yang ada di masyarakat mengenai produk handset mereka yang terkenal jadul dan lemot. Z10 dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, yakni kisaran 6,9 jutaan rupiah. Dengan perubahan total di desain dan software yang diusung Z10 kira-kira dapatkan BlackBerry kembali mendulang kesuksesan yang pernah mereka rasakan sebelumnya? Silahkan baca review lengkapnya dibawah ini.
Spesifikasi Utama
  • Quadband GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • Quadband HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
  • Layar sentuh kapasitif 16 juta warna 4.3 inci WXGA (768 x 1280 piksel) (~355 ppi)
  • Memori internal 16GB, RAM 2GB
  • Kamera 8 MP (3264 x 2448 piksel) autofokus, LED flash
  • Kamera sekunder 2 MP
  • BlackBerry 10
  • Prosesor dual-core 1.5 GHz TI OMAP 4470
  • GPU PowerVR SGX 544
  • Baterai Lithium-Ion 1800 mAh

Desain dan Bodi
Ya, kali ini BlackBerry merilis ponsel dengan desain full touchscreen lagi, meskipun dari yang sudah-sudah handset full touch BlackBerry tidak ada yang mendulang kesuksesan di tanah air. Namun dengan digunakannya platform baru BlackBerry 10 yang berfokus gestur layaknya tablet PlayBook, rasanya penggunaan desain full touch terasa tepat karena sekarang ini hampir semua smartphone mengusung desain tersebut. Meskipun terlihat kaku, tapi desain dari Z10 ini terbilang stylish dan masih berkesan formal layaknya handset BlackBerry pada umumnya. Seperti biasa Z10 tersedia dalam dua pilihan warna hitam dan putih.


Seluruh bagian bodi terbuat dari plastik. Khusus untuk varian warna hitam, bagian back cover dilapisi semacam bahan karet sehingga kesat. Meskipun keseluruhan terbuat dari plastik, namun build quality Z10 ini baik, terasa kokoh saat digenggam. Dengan dimensi 130 x 65.6 x 9 mm dan bobot 137 gram penggengaman satu tangan masih cukup nyaman dilakukan begitu juga untuk dimasukkan ke saku.


Seperti yang sudah disebutkan diatas, Z10 lebih mengadaptasi kontrol gestur seperti tablet PlayBook tidak seperti handset BlackBerry sebelumnya, jadi tidak heran tombol minim ditemukan. Bagian muka diisi dengan LED notifikasi, kamera sekunder beresolusi 2MP, sensor cahaya dan proximity, layar 4.2-inci, dan sebuah mic. Bagian belakang yang bertesktur seperti bola golf, terisi dengan kamera utama 8MP ditemani LED flash.






Sisi kiri ponsel diisi dengan tombol volume dimana bagian tengahnya terselip convenience key dengan bentuk persis seperti yang dimiliki PlayBook. Sisi kanan terisi dengan port microUSB dan microHDMI.




Bagian atas terisi port headset 3.5mm, tombol lock/power, dan mic kedua, sedangkan bagian bawah terisi dengan lubang speaker saja yang juga berfungsi sebagai tempat untuk membuka back cover. Untuk panel chip NFC, kartu memori microSD, dan kartu microSIM berada di belakang back cover.






Handset Z10 ini memiliki layar berukuran 4.2-inci beresolusi WXGA (768 x 1280 piksel) yang berkualitas baik, bisa dibilang setara dengan yang digunakan HTC One X. Pewarnaan natural, untuk hitam terlihat pekat, dan tajam, maklum kerapatan piksel layar Z10 mencapai 355 ppi, lebih tinggi dari layar Retina milik iPhone 5 (326 ppi). Untuk penggunaan luar ruangan pun tampilan dapat terlihat dengan baik meskipun dibawah sinar matahari tampilan di layar masih terlihat dengan jelas.

Antarmuka
Seperti yang sudah kami pernah review sebelumnya mengenai platform BlackBerry 10, antarmuka platform ini sekilas mirip seperti iOS. Untuk menyalakan layar/membuka lockscreen selain menekan tombol terdedikasi, dapat juga dilakukan dengan melakukan sapuan layar dari frame bawah keatas. Dari lockscreen ini selain disajikan informasi notifikasi, jam, tanggal, serta jalan pintas ke kamera, dengan menyapu layar dari atas kebawah akan memunculkan jendela menu bedside mode.




Masuk ke halaman utama, ikon-ikon aplikasi terjejer dalam formasi 4 x 4 tiap halaman dengan latar belakang sama seperti yang dipasangkan ke lockscreen. Anda dapat mengatur secara manual posisi-posisi tiap ikon, membuat folder, bahkan menghapus aplikasi layaknya yang dapat dilakukan di iOS.


Geser ke kiri akan memunculkan kumpulan recent apps (BlackBerry Flow) maksimal 8 aplikasi terakhir. Sayangnya meskipun mengadaptasi antarmuka PlayBook, namun multitasking di BlackBerry 10 tidak sepenuhnya berjalan di backgroung. Karena ketika tersimpan di halaman BlackBerry Flow maka aplikasi tersebut akan terhenti.


Geser ke kiri lagi akan memunculkan menu BlackBerry Hub yang menyatukan semua pesan-pesan dari berbagai layanan (BBM, sms, email, jejaring sosial, dll). Anda dapat langsung mengakses halamn Hub dari aplikasi manapun hanya dengan melakukan gestur swipe dari frame bawah keatas dan belok ke kanan.


Menyapu layar dari bar atas ke bawah akan memunculkan jalan pintas ke beberapa menu seperti setting, bluetooth, alarm, rotation lock, wi-fi, dan pengaturan mode suara. Bar bawah terisi dengan tiga buah ikon yaitu phone, search, dan kamera. Menahan tombol convenience key akan mengaktifkan fitur voice command semacam siri yang membutuhkan koneksi internet.




Urusan pengetikan menjadi salah satu fokus utama BlackBerry terbukti dengan keyboard yang memiliki fitur unik dimana dapat melakukan prediksi dari kata-kata yang sering pengguna ketik baik dalam bahasa inggris maupun indonesia. Memang bukanlah hal yang baru, namun BlackBerry mempermudah pemilihan kata dengan hanya sapuan dari tiap kata prediksi di tiap tombol keyboard. Jadi jika sudah terbiasa, pengguna dapat melakukan pengetikan dengan sangat cepat hanya perlu menyapu kata-kata saja tidak perlu mengetik per-huruf lagi.




Performa antarmuka di Z10 sudah baik, pergerakan-pergerakan navigasi yang dilakukan sudah mulus dan lancar. Tamun jika setelah seharian anda menggunakannya dengan banyak membuka menutup aplikasi tanpa pernah melakukan restart atau menutup aplikasi-aplikasi di BlackBerry Flow, terkadang akan terasa sedikit lag yang terjadi terutama jika anda memutar video HD dan mengubah posisi layar (potrait-landscape). Hal ini dapat dimaklumkan karena BB10 merupakan sistem operasi mobile yang tergolong hijau.

BlackBerry Z10 Review Gallery

Contact
Layaknya smartphone masa kini, dengan BlackBerry 10 anda dapat menggabungkan kumpulan contact yang dimiliki dari berbagai layanan seperi BBM, email, Facebook, Twitter dan lainnya. Menu Contact ini memiliki tiga tab pertama All untuk tampilan semua contact, Search untuk pencarian cepat, dan Add untuk menambahkan contact baru.










Messaging
Ini dia fitur yang paling menonjol dari sebuah BlackBerry yaitu perpesanan. Bukan BlackBerry namanya jika tidak dapat mengorganisasi perpesanan berbagai macam tipe dengan baik. BlackBerry 10 mengubah sedikit tata cara perpesanan dengan menggabungkan semuanya ke Hub, sehingga mempermudah pengguna untuk mengorganisasi pesan dari berbagai layanan.
Untuk tampilan menu SMS mirip dengan Android dimana saat masuk anda akan disajikan thread percakapan yang sudah dilakukan. Anda tidak akan menemukan menu-menu Email terdedikasi dihalaman utama seperti di OS sebelumnya, karena untuk urusan email sepenuhnya ditaruh ke Hub.












Fitur BBM hadir dengan tampilan yang lebih segar, dengan antarmuka full touchscreen maka navigasi akan menjadi mudah. Terlebih BBM di BlackBerry 10 memiliki lebih banyak fitur, yang paling mencolok selain tidak dibutuhkannya lagi konetivitas BIS (BlackBerry Internet Service) adalah video call (BBM Video). Z10 menjadi perangkat BlackBerry pertama yang memiliki kamera depan, oleh sebab itu BlackBerry tidak ingin kamera tersebut hanya menjadi sekedar alat untuk video call atau self potrait. BBM Video di Z10 dapat melakukan fitur screen share, dimana anda dapat mendemokan sesuatu di layar ponsel anda ke lawan bicara. Fitur seperti ini sangat mempermudah pengguna yang ingin mendemokan atau menunjukkan sesuatu ke lawan bicara secara real-time. Sayangnya fitur BBM Video ini masih terbatas di jaringan Wi-Fi saja belum mendukung jaringan seluler.








Kamera
BlackBerry Z10 memiliki dua kamera yaitu kamera depan dengan resolusi 2MP dan kamera utama beresolusi 8MP dengan kemampuan autofokus dan dilengkapi LED flash. Antarmuka kamera Z10 terlihat simpel mirip seperti di Windows Phone 8. Terdapat menu pengaturan untuk switch camera, shooting mode, scene, flash, dan aspect ratio. Satu fitur yang membuat kamera Z10 istimewa adalah fitur Time Shift, dimana kamera akan mengambil foto beberapa kali dalam sekali sesi untuk selanjutnya pengguna dapat memilih posisi badan objek yang tepat, dan kemudian dapat mengatur raut muka yang terbaik. Fitur ini sangat membantu untuk foto bersama, dimana tidak semua orang yang di frame berada di saat yang tepat sewaktu foto diambil.

No comments:

Post a Comment