Review: HTC Butterfly
.
.
Desain dan Bodi
Mungkin yang menjadi sorotan seiring semakin besarnya resolusi layar smartphone adalah desain yang juga semakin jumbo karena lebar layar juga semakin besar. Tren 2011 adalah layar 4,5-4,8 inci, sementara kita lihat tahun 2013 trennya flagship berlayar 5 inci. Namun sebagai ponsel berlayar 5 inci, HTC Butterfly tidak lebih lebar dari SGSIII, hanya lebih panjang saja. Sehingga penggunaan satu tangan masih bisa dilakukan, meskipun panjangnya ponsel membuat pegangan agak kurang stabil. Untungnya bagian belakangnya berbahan karet doff, yang cukup memperkuat grip, meskipun kalau kena kotoran/minyak sulit dibersihkan. Bagian samping ponsel dengan list merah membuat ponsel tampak lebih tipis dari seharusnya (9.1mm). Secara keseluruhan HTC Butterfly terasa enteng di tangan, dengan feel genggaman lumayan enak tapi tidak senyaman SGSIII meskipun SGSIII lebih licin karena bahan glossy dibelakangnya.
.
Secara keseluruhan, HTC Butterfly mirip dengan HTC One X, meski desainnya lebih simpel, dengan sentuhan warna merah (pada earpiece, bagian samping dan pada logo Beats Audio) yang keren dan mempermanis tampilan ponsel. Ada kamera depan dan LED notif (ukurannya kecil jika dibandingkan LED notifikasi pada SGSIII atau perangkat BlackBerry). Di bawah layar ada 3 tombol sentuh yakni Back, home dan Recent Apps. Di bagian belakang ada LED yang menyala merah saat ponsel di-charge, lalu ada kamera 8MP dan LED flash serta logo HTC, Beats Audio dan sloudpeaker. Smartphone ini unibodi, jadi kover belakang tidak bisa dibuka, akibatnya tentu saja batere tidak removable. Untuk port-port ada di bagian atas, antara lain jack audio 3,5mm dan tombol lock, lalu slot micro SD dan microSIM yang menempati tempat yang sama. Lainnya hanya tombol volume di samping kanan
.
.
.
Layar
Inilah bagian yang paling kami tunggu-tunggu. HTC Butterfly dilengkapi dengan layar 5 inci beresolusi Full HD 1920x1080 piksel, resolusi yang sama dengan kebanyakan LCD TV diatas 32 inci. Hal pertama yang paling terasa adalah karakteristiknya yang mirip sekali dengan layar HTC One X.
Layarnya menggunakan desain mencelat keluar dengan bingkai layar agak cembung di ujung-ujungnya, seperti yang Anda temukan pada One X dan Lumia 920. Layar Butterfly sudah memakai Corning Gorilla Glass 2 yang dijamin memperkuat layar dari ancaman tergores.
.
Kembali ke kualitas tampilan, hampir seluruh aspek pada layar HTC Butterfly sempurna. Warna putihnya bagus (dengan karakteristik agak kekuningan), kepekatan warna hitam bagus (untuk ukuran layar non-OLED), tingkat saturasi dan kontras tinggi, menambah efek ''eye candy'' pada layar HTC Butterfly .Viewing angle-nya nyaris sempurna. Layar jauh lebih cerah dan natural dibanding layar tipe AMOLED, meski kalah di saturasi, kontras dan blackness, namun kedua tipe ini memang berkarakteristik demikian, jadi tergantung selera. Menurut saya pribadi, saat ini layar HTC Butterfly adalah salah satu yang terbaik di dunia smartphone untuk tipe LCD/IPS, yang bisa menyamai kualitasnya hanya iPhone 5 dan HTC One X.
.
Ketajaman tidak usah dipertanyakan, 441 piksel per inci jauh melebihi ''Retina Display'' maupun ponsel berlayar 720p manapun. Namun terus terang saya tidak begitu merasakan ''1080p'' pada layar ponsel ini, jika dibandingkan dengan 720p pada iPhone 4 (330 ppi), Galaxy Nexus (316 ppi) atau Xperia S (342ppi) misalnya. Layar memang halus, namun ya tidak ada perbedaan berarti dengan smartphone berlayar diatas 300 ppi lainnya. Kecuali, jika dalam jarak dekat seperti gambar di bawah:
.
.
Antar Muka
Seperti yang diketahui perangkat Android keluaran HTC selalu unik, karena menggunakan antarmuka yang benar-benar dirombak. Begitupun HTC Butterfly, yang menggunakan versi terbaru yakni Sense 4+. Tampilannya jauh berbeda jika dibandingkan versi Android yang sama pada perangkat Nexus.
Transisi dan performanya smooth, selain didukung hardware karena project butter. Meskipun dipenuhi dengan efek-efek yang menarik, seperti efek 3D, namun jarang ditemukan lag yang parah. Hanya saja kustomisasi kelas berat ini akan cukup membingungkan untuk pengguna yang baru menggunakan smartphone HTC, meskipun sebelumnya sudah menggunakan perangkat Android.
.
Saat layar dalam keadaan terkunci, anda dapat dengan mudah masuk ke aplikasi yang anda inginkan. Caranya, dengan menyeret dan menaruh ikon aplikasi yang anda inginkan yang berada pada homescreen ke bagian bawah layar dimana ada sebuah setengah lingkaran dan arahkan ikon aplikasi ke dalam lingkaran, dan aplikasi akan langsung terbuka. Ini sangat berguna misalkan ketika Anda butuh memotret dengan cepat dan ponsel sedang dalam keadaan terkunci, Anda tinggal memasukkan ikon aplikasi kamera saja ke lingkaran tersebut. Ada 7 model lock screen yang bisa digunakan: Wallpaper, Productivity (notifikasi), Photo Album, People, Stocks, Music dan tanpa lockscreen (menekan tombol unlock langsung membuka ponsel).
.
Homescreen terdiri dari 7 halaman dengan efek transisi 3D, transisi tidak putus (balik ke awal).
Ada berbagai personalisasi di Homescreen antara lain Scene, Skin, Wallpaper, widget, dan akses pintas untuk aplikasi yang akan tampil di lockscreen seperti yang kami sebut diatas. Bar notifikasi memiliki akses pintas untuk Settings dan akses mengaktifkan Power Saver.
.
App Drawer terbagi menjadi tiga kategori yakni All Apps untuk semua aplikasi yang ada, Frequent Apps (aplikasi yang paling sering digunakan), dan Downloaded Apps (aplikasi yang Anda unduh dari PlayStore).Untuk menu utama, ikon aplikasi yang termuat adalah 4 kolom x 5 baris, sama dengan HTC One X, tidak memanfaatkan layar besar 5 inci resolusi tinggi 1080p, namun imbasnya, ikon aplikasi terlihat sangat halus. Selain thumbnail mode ada juga tersedia list mode. Untuksusunan aplikasi, Anda bisa mengaturnya dalam format alfabetis (A-Z) maupun Most recent dan date (oldest). Jika Anda menekan salah satu ikon aplikasi, Anda bisa menarik ikon tersebut ke homescreen. Di App drawer ada akses Search, PlayStore dan Menu pengaturan App Drawer. Anda bisa menyembunyikan app tertentu.
.
Untuk membuka Recent Apps cukup berbeda dengan Android lain, jika biasanya hanya menekan tombol Recent Apps, di Butterfly Anda harus menahannya. Untuk melakukan screenshot sama dengan yang lainnya, tekan tombol lock berbarengan dengan volume down. Di bagian Manage Apps, Anda bisa menon-aktifkan sebuah aplikasi, fitur yang lumayan berguna jika Anda ingin menghemat batere misalnya.
.
.
.
Input Teks, Kontak dan Messaging
Untuk pengetikan, HTC Butterfly menggunakan HTC Sense Input. Ada beberapa model keyboard yang dapat digunakan yakni QWERTY, AZERTY, QWERTZ dan ABC (numerik). Fitur-fiturnya antara lain: sound dan vibration feedback, dictionary, prediksi, kalibrasi dan lain-lain. Impresi mengetiknya sendiri lebih mudah menggunakan kedua tangan. Bukannya Anda tidak akan bisa mengetik satu tangan, namun agak sulit, dikarenakan ponsel ini bodinya panjang sehingga kurang stabil saat digenggam satu tangan. Yang pasti, mengetik satu tangan di HTC Butterfly lebih mudah dibanding mengetik satu tangan di Samsung Galaxy Note (5,3 inci) misalnya.
.
Kontak bisa disinkronisasikan dengan Facebook, Twitter, dan akun-akun lainnya, serta memiliki fitur Group. Untuk penulisan kontak baru, detail yang dapat anda tambahkan adalah email, internet call, group, event, birthday, IM, postal address, organization, notes dan website.
.
Untuk messaging, ada SMS standar dan MMS sama dengan yang lain. Demikian juga dengan Gmail yang dipenuhi banyak fitur yang ada di dalamnya, sangat berguna untuk Anda yang sering menggunakan fitur email dari Google itu. Fitur Talk tersedia untuk Anda yang menggunakan GTalk, namun berhubung jarang orang yang menggunakannya kami merekomendasikan aplikasi pihak ketiga seperti LINE, Kakao, WhatsApp, YM, maupun Facebook untuk Anda yang hobi chatting.
.
.
Kamera dan perekam video
HTC Butterfly dilengkapi kamera 8 megapiksel dengan fitur yang cukup lengkap. Fitur-fiturnya antara lain: self timer, aspek dan resolusi, durasi tinjauan foto, image adjustment (pengaturan eksposur, kontras, saturasi dan ketajaamn), ISO (sampai 800), White balance, mengaktifkan grid, pengaturan storage dan burst shooting (bisa dilimit sampai 20 foto saja). Ketika memotret, Anda bisa melakukan fokus dengan menyentuh obyek pada layar (touch to focus), ada juga pengaturan untuk menjepret foto ketika menyentuh objek. Selain itu ada deteksi wajah, fitur smile capture dan geo tag serta Scene, HDR, Panorama, Grup portrait (mirip Scalado) dan efek-efek menarik seperti Vignette, Distortion, Solarize dan sebagainya.
.
Sayangnya akhir-akhir ini cuaca kurang mendukung, namun masih terlihat bahwa HTC Butterfly memiliki kualitas foto yang bagus. Apalagi tangkapan foto lebih lebar dari smartphone pada umumnya, sehingga Anda tidak perlu mundur-mundur untuk menangkap objek lebih banyak. Silakan lihat foto di bawah untuk lebih jelasnya. Untuk melihat file aslinya, unduh dari link ini.
.
.
Perekaman video berbagi antar muka yang sama dengan kamera (di viewfinder ada dua tombol shutter, untuk memotret dan merekam). Ada fitur pengaturan ISO, white balance, stabilization (software), stereo recording, slow motion. Videonya bersifat continous autofocus, namun Anda bisa melakukan fokus manual dengan menyentuh objek pada layar.
.
Hasil perekaman video ukurannya kecil, 1 menit perekaman hanya menghasilkan file kurang lebih 75MB. Framerate-nya 30 frame per detik, dengan bitrate berkisar antara 8300kbps-9000kbps.
.
.
Galeri foto
Di galeri foto pada HTC Butterfly Anda bisa pilih my phone atau dropbox, selain itu Anda juga bisa menambahkan akun Facebook dan Flickr. Seperti kebanyakan galeri foto lainnya, ada akses pintas ke kamera. Foto-foto bisa dilihat berdasarkan albums (folder), events (tanggal) dan Maps. Foto bisa di-share, edit. Performa galeri sangat cepat bahkan saat membuka foto resolusi tinggi 51 MP (5824*8736 piksel) berukuran 20MB proses rendering hanya sekitar 3 detik. Foto terlihat dalam full resolusi, tidak disesuaikan dengan layar. Ketika melakukan zoom in dengan mengetuk layar dua kali, ada proses rendering juga, namun 3 detik saja. Detil-detil foto hires seperti ini sangat memaksimalkan performa layar 1080p pada HTC Butterfly.
.
.
Pemutar Video
HTC memang sedari dulu tidak begitu memperhatikan kemampuan pemutar video, namun pada HTC One X dan seri flagship selanjutnya yakni Butterfly, nampaknya sudah cukup diperhatikan. Meski begitu pemutar video masih terintegrasi dengan galeri foto, tidak memiliki aplikasi sendiri. File wmv dan mov tidak terbaca. Mkv yang memiliki bitrate tinggi (dengan ukuran hampir 4GB) terbaca dengan lancar. Subtitle terbaca asal berformat .srt, bukan yang ter-embedded di file video. Video 1080p terasa sangat maksimal di HTC Butterfly, karena sudah piksel-to-piksel dengan layarnya. Ada fitur pengaturan volume, pengaturan tingkat kecerahan dan tombol screenshot video.
.
.
Pemutar Musik dan FM Radio
Tampilan aplikasi pemutar video cukup dipermanis. Lagu-lagu dibagi berdasarkan artis, album, lagu, playlist, genre dan folder. Ada fitur shuffle dan queue. Beats Audio membuat keluaran suara via headset ngebass nonjok, dan powerful, namun sayangnya kami tidak menemukan fitur pengaturan ekualiser di ponsel ini, jadi hanya bisa pakai/tidak pakai Beats Audio. Keluaran loudspeaker cukup kencang dibandingkan Galaxy Nexus dan SGSIII, meski secara kualitas masih cempreng selayaknya ponsel lain. FM radio memiliki fitur autoscanning, Anda bisa memasukkan stasiun radio kesukaan Anda ke menu favorite. Seperti biasanya, Anda harus mencolokkan headset sebagai penangkap sinyal radio.
.
.
.
Konektivitas
- GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA 850 / 2100, micro SIM
- Micro SD up to 32GB
- Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, DLNA, Wi-Fi hotspot
- Bluetooth 4.0
- NFC
- Micro USB dengan kapabilitas HDMI via MHL
.
Web Browser
Di web browserlah, keunggulan layar 1080p terasa khasiatnya. Huruf-huruf berukuran kecil sekalipun terlihat mulus dan sangat jelas. Fitur-fitur ada incognito, history, bookmark, dan opsi untuk membuka website secara full. Pengaturan browser seperti standarnya ponsel Android, seperti pop up, mobile view, javascript, image, cache, history, text encoding, cookies dan lain-lain. Untuk performa, scrolling halaman web yang dipenuhi banyak konten, loading konten dan sebagainya sangat lancar.
.
.
Hasil benchmark
Quadrant Standard : 8033 poin
.
AnTuTu : 18008 poin
.
NenaMark 2 : 59,5 frame per detik
.
Multitouch Tester: maksimal 10 sentuhan
.
SunSpider : 2085,2 ms
.
.
Daya Tahan Batere
HTC Butterfly memiliki batere berkapasitas 2020 mAh, cukup kecil jika mengingat spek monster yang dimilikinya. Ada fitur Power di Settings, agar Anda bisa menganalisa penggunaan dan histori batere (kapan terakhir di-charge, persentasi penurunan batere). Juga ada fitur Power saver, App Monitor (memberitahu Anda jika ada aplikasi pemboros batere) dan fitur Fast boot saat menyalakan ponsel. Performa baterenya sendiri, kami coba merekam video, menangkap foto, dan membuka fitur-fitur yang ada di ponsel ini untuk membuat screenshot yang diperlukan, indikator batere menunjukkan bahwa ada penurunan dari 60-25 persen dalam jangka waktu 3 jam.
.
.
Kesimpulan
Inilah smartphone berlayar 1080p pertama yang hadir di dunia. Memiliki desain dan build quality kelas atas, tidak heran kalau ponsel ini diidam-idamkan banyak orang. Apalagi didukung oleh fitur-fitur kelas atas lainnya. Nanti kalau semuanya sudah dirilis di Indonesia, persaingan ketat akan segera muncul, baik dari Sony Xperia Z maupun Samsung Galaxy S 4 yang bahkan belum diumumkan. Namun sepertinya HTC akan memiliki keunggulan waktu peluncuran yang lebih dulu dibanding para pesaingnya. Di luar negeri ponsel ini jika harganya dirupiahkan hampir mencapai Rp. 8 juta, namun mengingat fitur kelas atas dan teknologi yang dimilikinya, apakah harga tersebut tetap rasional, semua terserah Anda.
.
Kelebihan
- Layar 5 inci Full HD (1920x1080 piksel) yang sangat berkualitas
- Chip kelas atas Snapdragon S4 Pro dengan prosesor quadcore 1,5GHz dan GPU Adreno 320
- storage internal 16GB dengan tambahan slot micro SD, RAM 2GB
- Kamera 8MP dan perekam video 1080p
- Desain relatif cantik, finishing dan build quality kelas atas
- Beats Audio
- Antar Muka HTC Sense 4+
Kekurangan
- Batere tidak removable
- Daya tahan batere biasa saja
- Tidak ada pengaturan ekualiser pada pemutar musik